00.14
INKADO
Makna
warna sabuk karate 8 Votes Karate olahraga beladiri yang mempunyai ciri
khas yang dapat dibedakan dari jenis olahraga beladiri lainnya seperti
Silat, Judo, Kung Fu, Kempo dan beladiri lainnya. Perbedaan ini dapat
dilihat baik secara filosofi, tehnik gerakan maupun atribut yang
digunakan selama menjalani proses latihan, pertandingan serta pada saat
pelaksanaan ujian kenaikan sabuk/ tingkat. Salah satu perbedaan di dalam
penggunaan atribut yakni peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan,
seperti baju dan sabuk. Namun demikian antara beladiri Karate dan Judo
memiliki kesamaan di dalam menentukan sistem peringkat, yaitu dengan
membedakan berdasarkan warna sabuk. Sebagaimana yang diakui oleh Master
Gichin Funakoshi bahwa Karate didalam menggunakan system pemeringkat
mengadopsi/meniru sistem yang dipergunakan
didalam beladiri Judo.
Dalam beladiri Karate warna sabuk (obi) dipergunakan untuk membedakan
antara satu karateka dengan karateka lainnya. Sabuk yang dipergunakan
oleh karateka pemula saat mulai berlatih Karate dimulai dari sabuk
putih. Secara filosofis, perbedaan sabuk Karate ini untuk menunjukkan
bahwa karateka harus menjunjung tinggi sikap saling menghomati satu sama
lainnya. Karateka yang baru belajar atau pemula harus menghormati
karateka yang sudah lebih tinggi sabuk yang diraihnya, meski secara umur
lebih muda. Namun demikian karateka yang sudah meraih sabuk lebih
tinggi dari yang lainnya, wajib untuk menghargai dan menghormati pula
karateka yang baru belajar. Sikap ini sejalan dengan prinsip Karate yang
dijelaskan oleh Gichin Funakoshi bahwa Karate diawali dan diakhiri oleh
sikap menghormati dan saling menghargai.
Obi sebagai sistem
pemeringkat menggunakan ukuran kyu (kadang berbeda antara satu perguruan
dengan perguruan lainnya) yang merupakan bentuk representasi dari
Karate dalam menunjukkan bahwa karateka harus berproses dalam semua
tujuan yang diinginkan. Untuk menjadi sekedar sabuk hitam, harus mulai
belajar dasar. Untuk mengejar nilai kebaikan melalui perolehan sabuk
hitam, harus belajar dari dasar. Kecuali untuk tokoh yang memberikan
kontribusi dan dukungan nyata terhadap Karate mereka bisa mendapat
penghargaan sabuk hitam kehormatan. Dengan demikian, perbedaan sabuk ini
selain sebagai pelajaran bagi karateka untuk terus belajar dan
berproses dalam meraih
tujuan, juga saling menghormati dan menghargai sesama karateka adalah kemutlakan untuk dijalani.
Sabuk Karate sendiri terdiri dari 6 warna sabuk yang diawali dari sabuk
putihdan yang tinggi sabuk hitam. Arti dari warna sabuk tersebut yakni :
SABUK PUTIH: melambangkan kemurnian dan kesucian. Kemurnian dan
kesucian ini merupakan kondisi dasar dari pemula untuk menerima dan
mengolah hasil latihan dari guru masing-masing. Artinya berkembang atau
tidaknya karateka ini tergantung dari apa yang diberikan oleh
senpai
atau sensei mereka. Kemudian, setelah materi atau nilai Karate telah
disampaikan sesuai dengan apa yang seharusnya, selanjutnya tanggung
jawab ada pada masing- masing individu. SABUK KUNING: melambangkan warna
matahari yang diibaratkan bahwa karateka telah melihat “hari baru”
dimana dia telah mampu memahami semangat Karate, berkembang dalam
karakter kepribadiannya dan juga teknik yang telah dipelajari. Sabuk
kuning juga merupakan tahapan
terakhir dari seorang “raw beginner”
dan biasanya sudah mulai belajar tahapan-tahapan gerakan kumite bahkan
ada juga yg mulai turun di suatu turnamen. SABUK HIJAU: Sabuk ini
merepresentasikan warna rumput dan pepohonan. Pemegang sabuk hijau ini
sudah harus mampu memahami dan menggali lebih dalam lagi segala sesuatu
yang berkaitan dengan karate seiring dengan bertumbuhnya semangat dan
teknik gerakan yang sudah
dikuasainya. Sifat dari warna hijau ini
adalah pertumbuhan dan harmoni. Dengan demikian seorang karateka sabuk
hijau diharapkan dalam proses pertumbuhannya mulai bisa memberikan
harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan. SABUK BIRU: Warna sabuk ini
melambangkan samudera dan langit. Artinya karateka harus mempunyai
semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudera. Karateka harus sudah
mampu memulai berani untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya dengan
semangat
tinggi dan berfikir bahwa proses latihan adalah sesuatu
yang menyenangkan dan bisa merasakan manfaat yang didapatkan. Karateka
harus sudah bisa mengontrol emosi dan berdisiplin. SABUK COKLAT: Warna
sabuk ini dilambangkan dengan tanah. Sifat warna ini adalah stabilitas
dan bobot. Artinya seorang karateka pemegang sabuk coklat mulai dari
tingkatan kyu 2 sampai 1 harus bisa memberikan kestabilan sikap,
kemampuan yang lebih dari pemegang sabuk di
bawahnya, dan juga sikap
melindungi bagi junior-juniornya. Selain itu, sikap yang harus dimiliki
adalah sikap menjejak bumi (down to earth) dan rendah hati pada sesama.
SABUK HITAM : Warna hitam sendiri melambangkan keteguhan dan sikap
kepercayaan diri yang didasari pada nilai kebaikan universal. Warna
sabuk ini menjadi idaman bagi setiap karateka untuk mendapatkannya.
Namun, di balik semua prestise sabuk hitam terdapat tanggung jawab besar
dari karateka. Pada tahap ini, pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1
sampai selanjutnya sebenarnya baru memasuki tahap untuk mendalami karate
yang lebih mendalam. Teknik maupun penguasaan makna hakiki dari
kebaikan nilai karate sudah harus menjadi bagian dari karateka.
(penggambaran Gichin Funakohsi). Sebagian perguruan Karate di Indonesia,
menggunakan sistem peringkat selain sabuk yakni kyu, ada beberapa
perbedaan ketika sabuk biru (kyu 4) mengikuti ujian kenaikan sabuk
coklat. Ada yang turun kyu dari kyu 4 menjadi kyu 3,5. Di perguruan lain
ada yang langsung dari kyu 4 menjadi kyu 3. Dengan demikian, bagi
sebagian perguruan Karate di Indonesia ada yang menerapkan ujian
kenaikan sabuk coklat sebanyak 4 kali (2 tahun atau 4 semester) sampai
mendapat kyu 1.
Namun bagi sebagian yang lain, bisa hanya sampai 1,5
tahun atau 3 semester. Maka warna sabuk dalam Karate selain sebagai
pembeda antara karateka yang baru belajar/pemula dengan yang sudah lama
menekuni Karate, sabuk dipergunakan lebih luas dari itu yakni sebagai
proses pendorong bagi karateka untuk
terus giat belajar dan
berlatih. Selain itu juga, bagaimana perbedaan sabuk ini justru menjadi
dorongan bagi semua karateka untuk saling menghormati dan menghargai
satu sama lain
0 komentar:
Posting Komentar