Mengapa move on itu sulit?
Karena saat hati terluka, pikiran jadi buta tidak tahu harus melangkah ke mana. Jangankan melihat ke depan, berpikir apa yang harus dilakukan detik ini, menit ini, jam ini pun rasanya sulit. Sahabat boleh memberi saran ini-itu, tapi semuanya hanya enak saat didengar dan kembali tidak membantu apa-apa saat kamu sedang sendirian. Itu sebabnya kebanyakan orang menganggap move on adalah berusaha untuk melupakan. Sayang sekali, realitanya adalah semakin kamu berusaha melupakan, semakin kamu tenggelam dalam kelam.
Itu adalah kalimat-kalimat pertama dari buku baru yang sedang saya tulis. Setelah enam hari mengerjakan mengerjakan drafting konsep struktur buku, kini saya mulai menuliskan isinya. Buku ini akan membahas tentang cara mengelola dan menyembuhkan luka-luka hati akibat hubungan cinta. Saya pribadi ingin menjadikan ini semacam kitab suci untuk moving on dari segala macam rasa siksaan batin, trauma, sakit hati, kekecewaan, dan bala derita emosional lainnya yang membuat kamu sulit melanjutkan hidup dan menikmati hubungan cinta berikutnya.
Supaya buku ini semakin relevan menjawab kebutuhan banyak orang, saya perlu kamu. Yep, kamu sangat berperan penting dalam penulisan buku ini. Bahkan kalau mau dibilang buku ini sepenuhnya akan bercerita tentang kamu serta ribuan orang lainnya yang sedang dan sudah menjalani proses move on. Saya sudah memiliki banyak pengalaman dari sesi-sesi konseling pribadi, tapi saya ingin mengumpulkan beragam lainnya agar buku ini benar-benar bisa jadi ‘bible’ yang menjawab pertanyaan semua orang.
Bagaimana cara kamu bisa terlibat?







0 komentar:
Posting Komentar